Kamis, 23 Agustus 2007

Puisi Cerita Cinta


Aku yakin aku dapat bertahan

Aku akan mampu melewati semua ini

Hingga kisah panjang ini berakhir

Kan kulalui hambatan yang menghadang

Bisikan dari kisah yang telah pergi


Menyentuh hati, akan kasihmu padaku

Awalnya begitu indah terasaTak ingin kuakhiri kisah ini

Tak ingin ku terbangun dalam tidurku

Karena Cinta ini beitu terasa dalamnya


Ku lukis wajahmu melalui pikiranku

Namun entah bagaimana cerita ini begitu singkat

Tak ingin kuakhiri kisah cinta ini

Tak sanggup ku menahan agar ku tak terjaga

Aku ingin semua berakhir bahagia


Tak sejalan dengan pikiranku

Ingin kuteriak namun tak terdengar

Jeritan hati tak mampu keluar dari bibirku

Sungguh tak rela ku melepasmu sendiri

Namun Kisah ini haris diakhiri

Walau pahit adanya....

Kesabaran dan Sholat


"Hai orang-orang yang beriman jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu,sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar."(Al-Baqoroh :153 )

Ingatlah wahai saudaraku ucapan Abdullah bin Mas'ud "Apabila engkau mendengar Allah berfirman, "Ya ayyuhalladzina aamanu" (Hai orang-orang yang beriman), maka pasang pendengaranmu dengan baik karena akan ada kebaikan yang diperintahkan atau keburukan yang dilarang atau akan ada berita gembira yang ditawarkan atau bahaya yang diingatkan. Maka apabila Allah memerintahmu lakukanlah dan jika Ia melarangmu maka jauhilah, apabila Ia menyampaikan berita gembira kepadamu maka bergembiralah dan pujilah Dia dan apabila Ia mengingatkan kamu maka ingatlah (hati-hatilah) dan carilah keselamatan dengan karunia-Nya.
Maka lakukanlah amal sholih untuk merealisasikan takwa. Ketahuilah bahwa takwa itu adalah ta'at kepada Allah dan Rasul-Nya dengan melakukan kewajiban dan menjauhi apa yang dilarang. Hal itu tentu setelah anda mengetahui apa-apa yang menjadi perintah Allah dan Rasul-Nya dan apa saja yang menjadi larangannya. Pengetahuan tentang perintah dan larangan itu membutuhkan banyak tenaga dan kesungguhan. Bahkan, bangkit untuk melakukan perintah-perintah dan itu sangat banyak serta berat atas jiwa, juga membutuhkan kesungguhan melebihi kesungguhan dalam mengetahui perintah. Sedangkan "tarkul manhiyyaat" (meninggalkan larangan), sekalipun tidak butuh banyak tenaga, tidak berat dan tidak perlu bersusah-payah, namun nafsu ammarah bissu' (nafsu pengajak kepada keburukan) dan nafsu lawwaamah (nafsu pencerca) selalu melakukan tekanan-tekanan terhadap seseorang hingga memaksanya melakukan perbuatan terlarang. Namun, jika ia mendapat pertolongan dari Allah, niscya ia selamat dari cemaran noda perbuatan terlarang dan akan mampu menjaga kesulitan ruhnya yang merupakan kunci dari pintu kebahagiaannya.
Dari sini, wahai saudara pembaca yang budiman, seorang Mukmin itu menemukan dirinya sangat membutuhkan pertolongan Ilahi yang sangat besar agar dapat merealisasikan taqwa yang sejalan dengan ilmu, cara beramal dan melaksanakannya sesuai dengan yang diinginkan, yang dapat mensucikan jiwa dan membersihkannya. Dan inilah Rabb, Allah menunjukkan kepada kita jalan untuk menggapai pertolongan-Nya bagi hamba-hamba-Nya yang beriman, seraya berfirman, yang artinya:
"Hai orang-orang yang berimun jadikanlah sabar dan shalat sebagai penoiongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar."
Maka hendaknya setiap insan yang beriman menjadikan sabar sebagai penolongnya. Sabar adalah menahan (memaksakan) jiwa untuk thalabul ilmi (belajar ilmu agama) sampai mengetahui apa saja yang dicintai oleh Allah dan apa saja yang tidak disukai-Nya, bagaimana melakukan apa yang dicintai-Nya itu sebagaimana yang Dia sukai, menahan jiwa agar tetap istiqamah melakukan ketaatan-ketaatan hingga dapat melakukannya yang membuahkan kesucian dan kebersihan jiwa, dan menahan jiwa terhadap taqdir yang terjadi hingga tidak merasa murka atau mengeluh, melainkan rela menerima dan bersabar. Dengan kesabaran seperti inilah seorang Mukmin menjadikannya sebagai penolongnya dan Allah selalu bersamanya memberikan pertolongan dan kekuatan. Di samping sabar sebagai penolong, juga seorang Mukmin itu menjadikan shalat sebagai penolongnya, sebagaimana yang diperintahkan Allah.
Menjadikan shalat sebagai penolong adalah dengan cara melakukannya tepat pada waktunya, dilaksanakan lengkap dengan rukun dan syarat-syaratnya serta dengan rukunnya yang paling pokok, yaitu khusyu ' di kala shalat. Adalah Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam, apabila beliau mendapat suatu kerumitan masalah, maka beliau bangkit melakukan shalat .
Sesungguhnya shalat itu melahirkan suatu nur di dalam hati yang tidak dapat dilahirkan oleh ibadah yang lain. Dan orang yang mempunyai nur (cahaya) hati tidak akan terjerumus ke dalam murka Allah baik karena meninggalkan kewajiban ataupun melakukan sesuatu yang tidak disukai. Inilah pertolongan yang dimaksud dari sabar dan shalat. Dan Allah selalu bersama orang-orang yang sabar, memberikan kekuatan dan pertolongan kepada mereka setelah memberikan perlindungan dan penjagaan dari setiap yang tidak disuka.
Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang sabar dan ridhailah kami sebagaimana Engkau telah meridhai mereka. Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada para rasul. Segala puji bagi Allah, Rabb semesta
alam.